Setiap manusia hampir tidak dapat terlepas dari stres di beberapa
titik dalam kehidupannya. Namun stres tidak selalu bersifat berbahaya
atau awal dari gangguan jiwa yang serius selama stres segera dapat
diatasi.
Sayangnya, seringkali stres datang tanpa disadari, sehingga tidak
segera ditangani dengan baik. Karena itu, dalam acara psikoedukasi oleh
Bipolar Care Indonesia di Jakarta pada Sabtu (1/3/2014) lalu, psikolog
dari RSUP Fatmawati, Widya S. Sari memberikan kiat sederhana untuk
mengetahui status stres Anda.
"Melalui beberapa pernyataan ini, kita bisa mengenali apakah kita mengalami stres atau hanya kelelahan saja," ujarnya.
Untuk menjawab tes, lanjut dia, kita hanya perlu memberi skor pada
pernyataan yang sesuai dengan kondisi kita saat ini. Pernyataan tersebut
meliputi:
1. Saya merasa tidak bersemangat untuk kembali ke rutinitas harian setelah akhir pekan/liburan
2. Saya merasa tidak sabar dan sulit bersimpati terhadap masalah orang lain
3. Saya malas saat diajak mengobrol
4. Saya ingin menjauh dari orang-orang
5. Semangat saya untuk bekerja, olahraga, diet, dan berteman menurun
6. Banyak tanggung jawab saya yang tertunda
7. Selera humor saya berkurang atau hilang
8. Kepedulian sosial saya menurun
9. Saya merasa lelah hampir setiap saat
10. Saya mulai sulit merasa senang
11. Saya merasa terjebak
12. Saya tahu apa yang bisa membuat perasaan saya lebih baik, tapi selalu saja ada alasan yang membuat saya sulit untuk merealisasikannya
2. Saya merasa tidak sabar dan sulit bersimpati terhadap masalah orang lain
3. Saya malas saat diajak mengobrol
4. Saya ingin menjauh dari orang-orang
5. Semangat saya untuk bekerja, olahraga, diet, dan berteman menurun
6. Banyak tanggung jawab saya yang tertunda
7. Selera humor saya berkurang atau hilang
8. Kepedulian sosial saya menurun
9. Saya merasa lelah hampir setiap saat
10. Saya mulai sulit merasa senang
11. Saya merasa terjebak
12. Saya tahu apa yang bisa membuat perasaan saya lebih baik, tapi selalu saja ada alasan yang membuat saya sulit untuk merealisasikannya
Widya menjelaskan, jika skor totalnya antara 0-3, maka kemungkinan
seseorang hanya mengalami kelelahan dan belum tergolong stres. Jika
skornya 4-6, seseorang mulai menunjukkan gejala stres, dan 7-12 artinya
seseorang sudah perlu segera mengatasi stresnya.
Lebih lanjut ia menerangkan, stres merupakan proses menilai situasi
sebagai sesuatu yang berbahaya, mengancam, atau mengecewakan, yang
dikaitkan pula dengan kemampuan seseorang untuk mengendalikan atau
mengatasinya.
Stres, imbuhnya, dapat bersifat akut (sementara), episodik
(berulang), dan kronis (menetap). Gejala umumnya adalah perasaan cemas,
suasana hati negatif, dan muncul keluhan-keluhan fisik.
Saat stres tubuh memberikan reaksi perlawanan seperti detak jantung
dan tekanan darah meningkat, pencernaan melambat, napas mengalami
percepatan untuk mengalirkan oksigen ke pembuluh darah, otot mengencang
untuk menyiapkan diri atas respon darurat, dan beberapa reaksi lainnya.
Dalam jangka waktu panjang, reaksi ini tentu akan berdampak bagi
kesehatan.

0 komentar:
Posting Komentar